Posted by : Unknown
Senin, 05 Mei 2014
Aku tulis sajak ini di bulan gelap
raja-raja.
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di
aspal jalan.
Amarah merajalela tanpa alamat.
Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.
Pikiran kusut membentuk simpul-simpul
sejarah.
O, jaman edan !
O, malam kelam pikiran insan !
Koyak-moyak sudah keteduhan tenda
kepercayaan.
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam
comberan.
O, tatawarna fatamorgana kekuasaan !
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja
!
Dari sejak jaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari keinginan para politisi, raja-raja,
dan tentara.
O, kebingungan yang muncul dari kabut
ketakutan !
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur !
Berhentilah mencari ratu adil !
Ratu adil itu tidak ada. Ratu adil itu
tipu daya !
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil.
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam
prahara.
Bau anyir darah yag kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata :
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat
Rakyat,
apabila cukong-cukong sudah menjarah
ekonomi bangsa,
apabila aparat keamanan sudah menjarah
keamanan,
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh
penguasa,
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan
raya.
Wahai, penguasa dunia yang fana !
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta !
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati ?
Apakah masih akan menipu diri sendiri ?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran gelap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan !
Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu
Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.
- Back to Home>
- KEPAHLAWANAN , Puisi >
- SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
