Posted by : Unknown Rabu, 30 April 2014

Hari Pendidikan Nasional
            Hi teman-teman pada artikel sejarah kali ini kita akan mengangkat tentang sejarah “HARDIKNAS” apa itu HARDIKNAS ? Kalian pastinya udah tau kan! Iyalah... HARDIKNAS itu Hari Pendidikan Nasional..
            Hayoo.. siapa yang tau Hari Pendidikan Nasional itu di peringati kapan? Iyaa betul 2 Mei. Pada tanggal 2 Mei tidak lama lagi kita akan memperingati hari yang sangat bersejarah itu. Hari pendidikan nasional adalah hari dari jati diri bangsa dimana hari pendidikan bisa menggambarkan atau ruh dari bangsa kita, bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli akan pendidikan, dan pendidikan adalah modal awal dari perkembangkan bangsa. Betul kan teman jadi kita wajib menghargai jasa para pahlawan kita ,karena mereka memperdulikan akan pendidikan. Coba saja kalau gak ada pendidikan jadi apa bangsa kita ini?
            Berbicara tentang pendidikan pasti kita mengenal sosok tentang Ki Hajar Dewantara kan ? Kali ini kita akan mengupas tentang perjalanan Ki Hajar Dewantara dan Hari Pendidikan Nasional di pandangan Ki Hajar Dewantara.
“TANAH air kita meminta korban. Dari sinilah kita siap sedia memberi korban yang sesuci-sucinya… sungguh, korban dengan ragamu sendiri adalah korban yang paling ringan… Memang awan tebal dan hitam menggantung di atas kita. Akan tetapi percayalah di baliknya masih ada matahari yang bersembunyi… Kapan hujan turun dan udara menjadi bersih karenanya?”
            Itu menurut Ki Hadjar Dewantara guys. Sungguh sangat berkesan kata-kata Ki Hajar Dewantara. Wajib kita lakukan dan kita jalani hehe..
            Siapa yang gak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara, pastinya teman-teman pada tahu kan.. Tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia yaitu Bapak Ki Hajar yang bernama asli R.M. Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh pendidikan nasional. Bapak Ki Hajar Dewantara memulai Aktivitasnya sebagai jurnalis pada beberapa surat kabar dan bersama EFE Douwes Dekker, mengelola De Expres. Waahh.. keren yaa bapak pendidikan kita kali ini.. Bapak Ki Hajar-pun aktif menjadi pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam. Selanjutnya bersama dengan Dr. Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker — dijuluki ”Tiga Serangkai” — ia mendirikan Indische Partij, di sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka.
            Pada zaman Jepang, peran Ki Hajar tetap menonjol. Bersama Soekarno, Hatta, dan Mas Mansur, mereka dijuluki “Empat Serangkai”, memimpin organisasi Putera. Ketika merdeka, Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran Pertama. Haduh...siapa sih yang tidak ingin seperti beliau pastinya kalian pada menginginkan yaa.. So, mulai sekarang rajin-rajilah belajar yaa.. Tetap semangat... Seperti semangat-semangat para pahlawan-pahlawan kita yang berjuang demi bangsa kita agar tetap maju dan jayaa...
            Untuk itu sebagai genersi muda kita harus tetap memperingati hari pendidikan tersebut ya guys.. Terus semangat janganlah gampang menyerah,, Karena apabila kamu menyerah semua itu tidak akan pernah maju kedepan karena kamu akan tetap berada di titik yang sama tanpa melangkah. Semoga kita sebagai generasi muda bisa melanjutkan cita-cita beliau, dan dapat mengamalkan ajaran yang telah diberikan aamiin...:)

"TETAP SEMANGAT YAAAA GUYSSS !!"

 
Top